www.aboebakar.com
** ZA Gelar Zikir dan Doa Bersama [30 Mei] ** Debat Cagub Kalimantan Selatan Lancar [29 Mei] ** Hanya Aboe Bakar Tak Mencoblos [29 Mei] ** Tim Kampanye Patuhi Masa Tenang [29 Mei] ** Simpatisan Tidak Bisa Ditertibkan [28 Mei] **
 
لا تُكَابِدُوا هَذَ اللَّيلِ فَاِنَّكُم لاتُطِيقُونَهُ وَاِذَا نَعِسَ اَحَدُكُم فَليَنَم عَلَى فِرَاشِهِ 
Jangan memaksa dirimu berjaga pada malam hari karena kamu tidak mampu melakukannya. Bila seseorang mengantuk maka hendaklah ia tidur di tempat tidurnya
— (HR. Ad Dailami)


Kategori
Berita Fraksi PKS
Profil Singkat
No Anggota: A-92
Komisi: IX (Kependudukan, Kesehatan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi)
Badan: Panitia Anggaran DPR
Telp/Fax:
5756436/5756437
Daerah Pemilihan:
KALSEL 1
Asisten:
Mutia Febrina
Ruang:
317 Gd Nusantara II Lantai 3
Email: aboebakar@cbn.net.id


Ada 7 Pengunjung online




Senin, 01 Maret 2010 09:00 | 2951 hit

Sasirangan di Mata Calon Kepala Daerah

SIAPA tidak kenal sasirangan. Motif kain khas Kalimantan Selatan itu kerap dipakai masyarakat dari golongan kelas bawah hingga kelas atas untuk berbagai kesempatan.

Tidak cuma dari bahan kaus dan kemeja biasa, motif sasirangan juga bisa ditemui pada bahan bagus seperti sutera untuk gaun pesta.

Semua urang Banua pasti memiliki koleksi sasirangan, entah berupa sehelai selendang, kaus yang dipakai sehari-hari, kemeja dan gaun untuk menghadiri pesta perkawinan atau saruan.

Tidak terkecuali para calon kepala daerah yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah, Juni mendatang.

Calon gubernur Kalsel, Zairullah Azhar misalnya, memiliki banyak koleksi sasirangan. Maklum, sebagai bupati Tanah Bumbu, Zairullah    tentu memerlukan kostum itu untuk menghadiri berbagai acara pemerintahan. Seperti disampaikan Koordinator Provinsi Laskas ZA, Suryadi.

"Sasirangan bapak banyak koleksinya. Dipakai misalnya saat Jumat, setelah olahraga di kantor karena wajib. Kemudian saat datang ke saruan kawinan. Bapak juga pakai kalau lagi rapat di luar daerah misalnya di Jakarta, biar kelihatan Kalselnya," paparnya.

Menurut Suryadi, Zairullah memakai sasirangan juga sebagai identitas diri berasal dari Kalsel. Sebab, motif sasirangan adalah kain khas yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Kalsel.

Motif dan koleksi sasirangan yang dimiliki pun beragam. Namun yang menjadi favorit adalah sasirangan warna merah mencolok.

Sasirangan itu seperti dipakainya saat resmi mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur Kalsel berdampingan dengan Habib Aboe Bakar Al Habsy di Gedung Sultan Suriansyah, Kayutangi kemarin.

"Untuk sasirangan, kalau dikasih orang ya terima apa adanya, tapi kalau beli sendiri warnanya harus diskusi dengan ibu karena harus sama. Tapi paling sering warna merah," ujarnya.

Biasanya Zairullah membeli kain sasirangan yang dijahit ke tukang jahit langganannya di Pasar Sudimampir.

Calon Wali Kota Banjarmasin, Anang Rosadi Adenansi juga mengaku suka pakai kemeja sasirangan. Khususnya saat dirinya masih aktif menjadi anggota DPRD Kalsel.

Dia mengenakan tidak hanya saat menghadiri saruan, tapi juga saat rapat di komisi di DPRD maupun saat kunjungan ke luar  daerah.  "Memang biasanya tergantung kebutuhan dan keperluannya. Tidak ada yang khusus, tapi biasanya pas event pesta perkawinan," ujarnya.

Meskipun koleksinya tidak banyak, Anang mengatakan suka memakai sasirangan untuk menunjukkan pada masyarakat luar bahwa Kalsel punya potensi daerah, salah satunya kerajinan kain. Warna favoritnya adalah hijau daun dan kuning.

Calon wali kota Banjarmasin lainnya, Sofwat Hadi mengatakan suka memakai kain sasirangan karena khas. Dia bahkan kerap menjadikan kain itu sebagai oleh-oleh untuk koleganya di DPR dan DPD.

Namun, anggota DPD RI dari Kalsel itu mengaku sedikit keberatan jika sasirangan yang khas itu dipakai sebagai bahan taplak meja atau dikenakan pelayan hotel, karena dianggap menurunkan eksklusivitasnya.

"Saya suka protes pada pemilik restoran atau hotel, masa sasirangan dibikin seragam pelayan atau taplak. Kan kita kasih oleh-oleh sasirangan, kalau dipakai pelayan jadi bukan pakaian eksklusif lagi dong," cetusnya.

Menurut Sofwat, koleksi sasirangannya lumayan banyak. Sebagian dibeli sendiri dan sebagian pemberian dari rekannya.

Untuk warna dan motif, Sofwat mengaku tidak terlalu fanatik pada warna atau motif tertentu. Dia malah suka yang variatif agar tidak terkesan mengenakan sasirangan yang itu-itu lagi.

(nda)

Sumber: Banjarmasin Post
Pengirim: Mutia Febrina





Entri Terbaru

Arsip

Penelusuran
 








Kalimantan SelatanAllahu Ghayatuna